Senin, 18 April 2011

JARINGAN KOMPUTER

Jaringan Komputer adalah sebuah kumpulan dari komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan dan membentuk suatu sistem tertentu. Informasi bergerak melalui kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar informasi (data), mencetak pada printer yang sama dan dapat secara simultan menggunakan program aplikasi yang sama.

Ada beberapa pembagian dari jenis-jenis jaringan yaitu :

1.      LAN (Local Area Network) merupakan jaringan milik pribadi didalam gedung atau kampus yang berukuran sampai dengan beberapa kilometer. LAN sering digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor atau perusahaan untuk pemakaian bersama dan saling bertukar informasi.
2.      MAN ( Metropolitan Area Network) merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar, biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara bahkan dapat digunakan untuk aplikasi TV kabel.
3.      WAN ( Wide Area Network) jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas seringkali mencakup negara bahkan benua. Teknologi yang digunakan hampir sama dengan LAN.
4.      INTERNET (Interconnected Network) jangkauannya mencakup seluruh dunia yang merupakan gabungan dari LAN,WAN, dan MAN yang ada.

topologi jaringan :
Topologi jaringan secara fisik dapat dibagi lagi menjadi 4 secara umum :
  1. Mesh
a.       Keuntungan
1.      Reliabilitsanya Baik
b.      Kerugian
1.      Jaringan sangat mahal

Bus
a.       Keuntungan
1.      Hemat Kabel
2.      Layout Kabel Sederhana
3.      Mudah dalam pengembangan
b.      Kerugian
1.      Deteksi dan Isolasi kesalahan sangat kecil
2.      Kepadatan Trafik
3.      Bila salah satu dari klien mengalami gangguan maka jaringan tidak bisa berfungsi.
4.      Diperlukan repeater untuk hubungan jarak jauh.
  1. Ring
a.       Keuntungan
1.      Hemat Kabel
b.      Kerugian
1.      Peka terhadap kesalahan sama seperti Bus topologi
2.      Pengembangan jaringan lebih kaku


  1. Star
a.       Keuntungan
1.      Paling Fleksibel
2.      Pemasangan dan perubahan yang terjadi pada salah satu klien tidak mempengaruhi klien lain dan jaringan
3.      Control terpusat
4.      Mudah deteksi error
5.      Kemudahan pengelolaan jaringan
b.      Kerugian
1.      Perlu penanganan khusus
2.      Control terpusat menjadi elemen kritis yaitu HUB atau SWITCH
I.      IP Address dan Subnet Mask
IP Address (Alamat IP) adalah identitas khusus yang digunakan untuk memberikan tanda atau alamat pada sebuah paket data atau pada suatu sistem computer. Konsep dasar pengalamatan (IP Address) di internet adalah awalan (prefix) pada IP Address dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pemilihan rute paket data ke alamat tujuan. Sebelum anda memasuki aspek-aspek lebih jauh tentang IP Address, kiranya penting untuk mengerti lebih dahulu beberapa hal fundamental dari IP Address itu sendiri. Untuk IPv4 digunakan bilangan 32 Bit.

Kelas-kelas IP address yang umum digunakan terdiri dari :
1.    Kelas A : 1 – 126 dengan batasan 1.0.0.0 – 126.255.255.254
Dengan Broadcast Address 126.255.255.255
Subnet Masknya : 255.0.0.0


2.    Kelas B : 128 – 191 dengan batasan 128.0.0.0 – 191.255.255.254
Dengan Broadcast Address 191.255.255.255
Subnet Masknya : 255.255.0.0

 


3.    Kelas C : 192 – 223 dengan batasan 192.0.0.0 – 223.255.255.254
Dengan Broadcast Address 223.255.255.255











MENSETTING PC SERVER


Setting dari sisi PC Server (Windows 2000 Server)
  1. Pastikan anda telah melakukan instalasi windows Server 2000 dengan benar. Dan tambahkan beberapa software tools yang dibutuhkan seperti :
    1. Bandwith Controller / Manager
    2. Billing System, dll
    3. Anti Virus
    4. Firewall
    5. Anti Spyware, Malware, Adware
  1. Pada PC Server harus memiliki 2 buah NIC atau Ethernet Card untuk LAN dan WAN.
Sedikit tIPs sederhana agar tidak bingung saya me rename interface NIC menjadi LAN (sebagai IP local) dan WAN (sebagai koneksi internet). Ok sekarang anda sudah tahu yang mana ethernet card untuk local (LAN) dan yang untuk internet (WAN).
  1. mulai melakukan setting IP address Server gateway
Start-->>Setting--> Network and Dialup connections--> Local Area Connection (LAN/WAN)----->Properties
ada dua interface yang terpasang yang telah direname LAN dan WAN
Setting IP address :
LAN
IP address : 192.168.0.1
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : -----------> perhatikan bahwa ini harus kosong
DNS Server : 202.48.85.12 : 202.48.85.11
WAN
IP address : 202.45.50.53
Subnet Mask : 255.255.255.x
Default Gateway : 202.45.50.51
DNS Server : 202.48.85.12 : 202.48.85.11

Internet Connection Sharing (ICS)
Untuk ICS (Internet Connection Sharing) cukup sederhana. anda hanya perlu melakukan beberapa langkah dan Bummm... PC client anda yang lain sudah bisa terkoneksi keinternet. Berikut penjelasannya.
Setting ICS (Internet connection Sharing)
masuk ke : Start-->>Setting--> Network and Dialup connections--> Local Area Connection (WAN)-->Properties anda kembali ke tampilan properties dari interface WAN clik tab Sharing tandai --> Enable Internet Connection Sharing for this connection -->OK

Pada Tampilan tandai : Enable Internet Connection Sharing for this connection
Perhatikan apakah anda telah menjalankan DHCP ?. DHCP atau Dynamic Host Configuration Protokol adalah Sebuah protokol yang memberikan. IP address secara otomatis, bila pada PC Server anda belum terinstall DHCP maka anda harus mensetting IP Address secara manual ke setiap PC Client sesuai dengan Network di LAN anda. Yang anda harus perhatikan disini adalah pada setting IP address untuk Client, arahkan IP Default Gateway anda ke IP address dari IP PC Server. Setelah anda melakukan semuanya seharusnya anda telah bisa melakukan koneksi internet melalui PC di LAN anda.

Setting NAT (Netwok Address Translation)
1. Pastikan Internet Connection Sharing anda sudah di Uncheck agar tidak konflik.
2. Instalasikan NAT masuk ke : -->>Start-->setting-->Control Panel-->Administrative       Tools-->>Routing and Remote Access

Instalasi DHCP Server
Pastikan komponen DHCP telah terinstalasi pada PC Server, bila tidak
masuk ke : Start-->Setting-->Control Panel-->Add/Remove Program []--> add/remove windows Component -->Networking Services-->check pada DHCP service-->>next seperti biasa dan sekarang DHCP component anda telah terinstall.
DHCP adalah sebuah servis dari Server yang melayani permintaan IP address dari sejumlah PC client yang terhubung ke jaringan sehingga secara otomatis PC Client mendapatkan IP address dari DHCP Server.
Berikut Langkah Wizart Instalasinya :
Masuk ke : Start à Setting à Control Panel à Administrative Tools à DHCP

Lanjutkan proses instalasi. Dan Setelah proses instalasi DHCP Server selesai pastikan bahwa semua PC Client yang ada di jaringan LAN harus di obtain IP addressnya, sehingga dapat menerima layanan IP address dari DHCP Server ini. 




Konfigurasi Rute Statik

Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP “internetwork”.
Pentingnya Rute Statik
Rute Statik menjadi sangat penting jika software IOC Cisco tidak bisa membentuk sebuah rute ke tujuan tertentu. Rute Statik juga sangat berguna untuk membuat “gateway” untuk semua paket yang tidak bisa di”routing”.(default route).
“Stub Network”
Rute Statik, umumnya digunakan untuk jalur/path dari jaringan ke sebuah “stub network” (jaringan yang dibelakangnya tidak ada jaringan lain).
staticroute1.gif
Sebuah “stub network’ (kadang di sebut “leaf node”) adalah jaringan yang hanya dapat diakses melalui satu rute. Seringkali, rute statik digunakan sebagai jalan satu-satunya untuk keluar masuk jaringan Stub.
Catatan : Rute statik dapat digunakan untuk koneksi ke suatu network yang tidak terhubung langsung dengan router anda. Untuk koneksi “end-to-end”, rute statik harus dikonfigurasi di dua arah.
Mengkonfigurasi Rute statik adalah dengan memasukkan tabel routing secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik dalam tabel ini selama jalur/rute aktif.
Perintah “ip route”
Perintah “ip route” digunakan untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik dalam mode konfigurasi global.
ip route Command Syntax
Sintak untuk perintah “ip route” adalah sebagai berikut :
ip route network [mask] {address | interface}[distance] [permanent]

Parameter Perintah “ip route”
network : Network atau subnet tujuan
mask : Subnet mask
address : Alamat IP router Hop berikutnya.(IP address of next-hop router)
interface : Nama interface yang digunakan untuk mencapai network tujuan. Interface dapat berupa interface point-to-point. Perintah tidak akan berfungsi jika interface adalah multiaccess (contoh “shared media Ethernet interface”).
distance (Optional) : Mendefinisikan “administrative distance”.
permanent (Optional) : Menyatakan bahwa rute tidak akan dihapus, ketika interface mati (shuts down).
Contoh Konfigurasi Rute Statik
staticexample.gif
Tugas rute statik untuk mencapai stub network 172.16.1.0 adalah melalui Router A karena hanya ini satu-satunya jalan untuk mencapai network 172.16.1.0.
Contoh rute statik:
Router(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1

ip route : Identifikasi rute statik
172.16.1.0 : Alamat IP Stub Network
255.255.255.0 : Subnet Mask
172.16.2.1 : Alamat IP Router B

Catatan : Ini adalah sebuah rute “unidirectional”. Anda harus mengkonfigurasi rute dari arah/sisi lawan (Router B).
“Default Route”
“Default route” adalah tipe rute statik khusus. Sebuah “default route” adalah rute yang digunakan ketika rute dari sumber/source ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup dalam tabel routing ke network tujuan.
“Default Route Forwarding”
defaultroutes.gif
Pada gambar di atas, Router B dikonfigurasi untuk meneruskan/forward semua frame ke network tujuan yang tidak terdaftar secara eksplisit dalam routing tabel Router A.
Contoh “Default Route”
Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.2.2
ip route : Menyatakan rute statik
0.0.0.0 : Rute ke “nonexistent subnet”(mencakup semua IP)
0.0.0.0 : Special mask mengindikasikan “default route”
172.16.2.2: Alamat IP Router A.

Kesimpulan
  1. Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Untuk bisa me-routing, sebuah router harus tahu alamat tujuan, alamat asal/source, rute awal yang mungkin, dan path/jalur terbaik.
  2. Informasi routing adalah router mempelajari, baik statik maupun dinamik, kemudian informasi tersebut ditempatkan dalam routing tabelnya.
  3. Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP “internetwork”.
  4. Untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik, masukkan perintah “ip route” dengan diikuti parameter: network, mask, address/alamat, interface, dan jarak/distance.
  5. “Default route” adalah tipe rute statik khusus. Sebuah “default route” adalah rute yang digunakan ketika rute dari sumber/source ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup dalam tabel routing ke network tujuan.

langkah langkah installasi Linux (Debian)

LANGKAH XIII
Mereboot Komputer

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Reboot The System
[ENTER]

‘ Reboot The System? ‘
Pilih,
Yes [ENTER]

Kemudian keluarkan disket dari floppy disk, sementara komputer sedang reboot.

Keluarkanlah cd deal dari cdrom.

Tunggu sampai muncul lilo boot seperti dibawah ini,

Linux
WIN/Dos

Pilih Linux [ENTER]

LANGKAH XIV
Konfigurasi System Debian

Kemudian akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini :
‘ Debian System Configuration ‘
[ENTER]

‘ TimeZone Configuration ‘
Is the hardware clock set to GMT
Pilih,
[ENTER]

What area do you life in?
Pilih,
Asia [ENTER]

Select a city or time zone:
Pilih,
Jakarta [ENTER]

‘ Password setup ‘
Shall I enable md5 passwords?
Pilih,
[ENTER]

Shall I enable shadow passwords?
Pilih,
[ENTER]

Enter a password for the root:
Isi saja dengan 12345
[ENTER]

Re-enter password to verify:
Isi lagi dengan 12345
[ENTER]

Shall I create a normal user account now?
Pilih,
[ENTER]

‘ Debian System Configuration ‘
Shall I remove the pcmcia packages?
Pilih,
[ENTER]

Do you want to user a PPP connection to install the system.
Pilih,
[ENTER]

‘ Apt Configuration ‘
Choose the method apt should user to access to Debian archive:
Pilih,
cdrom [ENTER]

Masukkan cd deal ke dalam cdrom.

Enter CD ROM device file:
/dev/cdrom [ENTER]

Scan another CD?
pilih [ENTER]

Add another apt source?
pilih [ENTER]

Use security updates from security.debian.org?
pilih [ENTER]

Run tasksel?
pilih [ENTER]

Run dselect?
pilih [ENTER]

Run dselect?
pilih, [ENTER]

Tunggu sementara sedang mengkonfigurasi paket apa saja yang akan diambil,
sampai ada tulisan seperti di bawah ini :
Do you want to continue? [Y/n]
Ketikan y [ENTER]

Do you want to erase any previous downloaded.deb files? [Y/n]
Ketik,
y [ENTER]
Please enter to continue
[ENTER]

I can do …..
[---Please return---]
[ENTER]

You must choose one of the options below:
Enter value (default=’1′, ‘x’ to restart):
Ketik,
5 [ENTER]

‘Debian System Configuration ‘
Have fun !
Thank you for choosing Debian.
[ENTER]

LANGKAH XV
Login
Nanti akan muncul pesan seperti dibawah ini:
LAB-OS-27-**** login :
(**** sesuai dengan komputer tempat anda menginstall)

Coba masukkan login root dan passwordnya.

Setelah itu kita akan mencoba menginstall paket.
Cara menginstallnya adalah dengan cara sebagai berikut:
ketik perintah ini di console:

apt-get install “nama paket” [ENTER]

Sebagai contoh kita akan mencoba menginstall lynx.
Jadi yang harus diketikkan adalah sebagai berikut :

apt-get install lynx [ENTER]

Do you want to continue? [Y/n]
ketikan y [ENTER]

finish............
                                                                                                                                            terimakasih.

langkah langkah installasi Linux (Debian)

kini ada pada halaman lanjutan menginstal LINUX (Debian)


1. Pilih ‘ kernel/drivers/input Input Devices. ‘ [ENTER]

‘ Select kernel/driver/input modules ‘
pilih,
‘ kebdev – Keyboard support ‘ [ENTER]

‘ kebdev ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

pilih,
‘ mousedev – Mouse support ‘ [ENTER]

‘ mousedev ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]

2. Pilih ‘ kernel/drivers/net Drivers for network interface cards ‘ [ENTER]

‘ Select kernel/drivers/net modules ‘
carilah ‘ eepro100 ‘ [ENTER]

‘ eepro100 ‘
pilih, [ENTER]

atau bila gagal bisa coba bonding

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa. [ENTER]

Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]

3. Pilih ‘ kernel/fs/msdos
MS-DOS file system ‘ [ENTER]

‘ Select kernel/fs/msdos modules ‘
pilih, ‘ msdos – PC BIOS ‘ [ENTER]

‘ msdos ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]

4. Pilih ‘ kernel/arch/1386/kernel i386-base drivers. ‘ [ENTER]
pilih, ‘ apm ‘ [ENTER]

‘ apm ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

pilih, ‘ cpuid ‘ [ENTER]

‘ cpuid ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]

Pilih, ‘ Exit ‘ [ENTER]

LANGKAH IX
Mengkonfigurasi Jaringan

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Configure the network

[ENTER]

‘ Choose The Hostname ‘
Ganti tulisan ‘ Debian ‘ dengan ‘ LAB-OS-27-*** ‘
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]

‘ Automatic Network Configuration ‘
pilih, [ENTER]

‘ Choose the IP Address ‘
Ganti tulisan default-nya dengan ‘ 152.118.27.*** ‘
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]

‘ Choose Network Mask ‘
Tidak usah diganti.
[ENTER]

‘ What is your IP gateaway address? ‘
152.118.27.1
[ENTER]

‘ Choose Domain Name ‘
Tulis ‘ cs.ui.ac.id ‘
[ENTER]

‘ Choose the DNS Server Addresses ‘
Ganti dengan ‘ 152.118.24.2 ‘
[ENTER]

LANGKAH X
Menginstall Base System

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di
highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Install the base system
[ENTER]

‘ Select Installation Medium ‘
pilih,

‘ cdrom : CD-ROM drive ‘
[ENTER]

‘ Please insert the CD-ROM ‘
pilih, [ENTER]

‘ Select Archive path ‘
Pilih directory untuk menginstall base sistem.
/instmnt
[ENTER]

‘ Installing Base System, please wait ‘
Tunggulah sampai selesai menginstall.

LANGKAH XI
Membuat System Menjadi Bootable

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Make System Bootable
[ENTER]

‘ When should the LILO boot loader be installed ? ‘
Pilih,
/dev/hda : Install LILO in the MBR (use this if unsure).
[ENTER]

‘ Other bootable partitions ‘
Pilih,
Include Put all into the menu.
[ENTER]

‘ Securing LILO ‘
[ENTER]

LANGKAH XII
Membuat Boot Floppy

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Make a Boot Floppy

Masukkan disket(dalam keadaan baik)ke dalam floppy disk
[ENTER]

‘ Change Disk ‘
[ENTER]

Tunggulah sementara sedang membuat boot floppy

selanjutnya akan saya hadirkan .... segera.......

langkah langkah installasi Linux (Debian)

LANGKAH I
Persiapan Menginstall Linux (Debian)
Nyalakan komputer, kemudian tekan [delete] untuk masuk ke bios,
Setelah di dalam bios, pilih menu
BIOS FEATURES SETUP
tekan [ENTER]
Setelah itu pilihlah menu Boot Sequence agar menjadi CDROM,C,A

[ESC]
Pilih,
SAVE & EXIT SETUP
tekan [ENTER]
tekan y [ENTER]
Maka komputer akan mulai booting kembali dengan boot sequence pertama ke CDROM.

Masukkan CD debian yang ada kedalam CDROM.

LANGKAH II
Boot dari CD
Setelah memasukkan CD ke dalam CDROM maka tinggal tunggu CD boot.

Setelah komputer boot ke CD, akan muncul tampilan sebagai berikut:

Welcome to Deal
This is debian …………………………………….
………………………………………………….

boot:_ [ENTER]

LANGKAH III
Pilihan Awal Penginstallan
Setelah itu komputer akan loading…
Tunggu sampai muncul tulisan sebagai berikut:

‘ Choose The Language ‘
Pilih bahasa (disarankan bahasa inggris – en). [ENTER]

‘ Choose Language Variant ‘
Pilih ‘ English (United States) ‘ [ENTER].

‘ Relase Notes ‘
Pilih [ENTER].

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Configure the Keyboard

tekan [ENTER].

‘ Select a Keyboard ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pilih,

qwerty/us : U.S. English (QWERTY)

[ENTER]

LANGKAH IV
Menentukan Partisi Hardisk

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
pilih,
Previous: Partition a Hard Disk
[ENTER]

‘ Select Disk Drive ‘
pilih,
/dev/hda
[ENTER]

‘ Lilo Limitations ‘
[ENTER]

‘ Note on additional space for the ReiserFS Journal ‘
[ENTER]

Akan muncul tampilan partisi yang ada pada hard Disk hda, dengan informasi ini anda akan mengetahui letak partisi swap dan letak partisi tempat anda akan meletakkan ‘/’ (root).
pilih [ Quit ]
dengan menggerakan/menekan panah kearah kanan. [ENTER]

LANGKAH V
Menginisialisasi Partisi Swap

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Initialize and Activate a Swap Partition
[ENTER]

‘ Scan for Bad Blocks? ‘
pilih [ENTER]

‘ Are You Sure? ‘
pilih [ENTER]

LANGKAH VI
Memilih jenis File System pada Partisi Linux

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Initialize a Linux Partition
[ENTER]

‘ Choose Filesystem Type ‘
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,

Ext3 : Next Generation of Ext2, a journaling filesystem
[ENTER]

‘ Select Partition ‘
Pilih partisi yang akan dijadikan “Ext3″
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,

/dev/hda2 : Linux native
[ENTER]

‘ Scan for Bad Blocks? ‘
pilih [ENTER]

‘ Are You Sure? ‘
Perhatikan baik-baik apakah benar yang anda pilih /dev/hda2 sebagai “Ext3″ kalau sudah benar
pilih [ENTER]

‘ Mount as the Root Filesystem? ‘
pilih [ENTER]

LANGKAH VII
Menginstall Kernel dan Modulnya

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Install kernel and Driver Modules
[ENTER]

‘ Select Installation Medium ‘
pilih,
cdrom : CD-ROM drive
[ENTER]

‘ Please insert the CD-ROM ‘
pilih [ENTER]

‘ Please Wait ‘

‘ Select Archive path ‘
Pilih directory tempat menginstall kernel.
/instmnt/dists/woody/main/disks-i386/current
[ENTER]

‘ Please Wait ‘

LANGKAH VIII
Memilih Driver

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Configure Device Driver Modules
[ENTER]

‘ Note about loaded drivers ‘
pilih, [ENTER]

‘ Select Category ‘
Akan tampil pilihan-pilihan module yang akan di pilih,

menginstal belum berakhir...... untuk mengetahui langkah selanjutnya ada pada hal berikutnya.trimakasih.

Jaringan local-area network (LAN)


1.Pengertian IP Statis
IP statis yaitu IP yang dedicated dengan sebuah PC, computer atau perangkat networking lainnya (misal router). IP dinamis yaitu IP yang didapatkan oleh computer/router lain dari sistem DHCP nya, IP yang didapatkan oleh PC ini bisa berubah-ubah.
-Pengertian TCP/IP
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

2. mengidentifikasi jenis workstation pada tcp/ip statis
Workstation Pada jaringan komputer, workstation adalah komputer yang terhubung dengan sebuah local-area network (LAN).
Istilah workstation juga digunakan untuk menyebut komputer yang digunakan untuk aplikasi teknik (CAD/CAM), desktop publishing, pengembangan software, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan tingkat komputasi dan kemampuan grafis yang cukup tinggi.
Workstation biasanya terdiri dari layar grafik yang besar dengan revolusi tinggi, RAM minimal 64 MB, dukungan jaringan built-in, dan graphical user interface.
Sebagian besar workstation juga mempunyai piranti penyimpanan seperti disk drive, tetapi jenis workstation khusus, yang disebut diskless workstation, tidak mempunyai disk drive. Sistem operasi yang banyak digunakan untuk workstation adalah UNIX dan windows NT. Seperti halnya PC, sebagian besar workstation adalah komputer single user, Meski demikian, workstation pada dasarnya dihubungkan dengan local area network, meskipun dapat juga sebgian sistem yang berdiri sendiri stand alon
Layanan Workstation, yang juga dikenal sebagai LanManWorkstation, adalah sebuah komponen yang terdapat di dalam sistem operasi keluarga Windows NT (Windows NT 3.1, Windows NT 3.50, Windows NT 3.51, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, dan Windows Server 2008) yang mengizinkan sebuah klien untuk melakukan request sebuah sumber daya tertentu (berkas ataupun printer) dari server yang menjalankan layanan server melalui jaringan.

3.Mengintalasi Dan Mengkonfigurasi TCP/IP Statis Pada Workstation yang Terhubung  Pada jaringan
Memberikan IP Address secara statis pada suatu Komputer yang terhubung melalui kabel LAN/UTP dari sebuah router
Bagaimanakah cara seting IP address secara statis pada komputer yang terhubung melalui kabel LAN? Jawabannya, berikanlah komputer sebuah IP Address statis, biarkanlah PC tersebut menggunakan IP address yang sama setiap saat. Konfigurasikan wireless computer secara otomatis untuk mendapatkan sebuah IP address yang akan membolehkan PC ini untuk mendapatkan sebuah IP address dari DHCP server. Sebagai pengganti masukkkan setingan IP secara manual, lakukan prosedur ini untuk memastikan komputer untuk mendapatkan setingan TCP/IP yang benar.
Memberikan suatu komputer sebuah IP statis sangat berguna ketika:
*Menseting layanan umum pada komputer anda (FTP servers, Web servers, dll.).
*Komputer sangat sering diakses pada jaringan tersebut sehingga komputer tersebut mudah sekali memetakannya
Untuk memberikan IP address statis pada suatu komputer yang terhubung melalui kabel LAN, anda perlu melakukan lima tahap berikut ini:
1.Hubungkan komputer tersebut satu sama lain
2.Periksa bila komputer tersebut diset ke DHCP
3.Periksa IP Address router
4.Dapatkan DNS Servers dari Linksys Router tersebut
5.Konfigurasikan IP Address secara statis pada Ethernet Adapter
Untuk memulai memberikan suatu komputer sebuah IP address statis, ikutilah tahap-tahap di bawah ini.
-Menghubungkan Peralatan Satu Sama Lain
-Pastikan anda memiliki koneksi internet yang aktif, kemudian hubungkan modemnya ke                          port internet pada router dan komputer ke salah satu dari empat port Ethernet.
-Periksa bila komputer diset ke DHCP
Untuk mengkonfigurasi komputer mendapatkan sebuah IP address secara otomatis, anda harus memeriksa TCP/IP properties dari Ethernet Adapter yang diinstal pada komputer tersebut.
-Periksa IP Address Router
-Untuk menemukan IP address lokal router Linksys, anda harus memeriksa setingan IP komputer tersebut.
-Periksa DNS Server Dari Router Linksys
-Untuk memeriksa DNS server pada router Linksys, anda harus mengakses halaman setup berbasis web.